Mahasiswa Asing dan Reguler UBB Praktik Kerajinan Tradisional di Gebong Memarong

Blog14 Dilihat

Bangka, Jejakjurnalisonline.com – 

Memasuki hari ketiga pelaksanaan Summer Course UBB 2026, sebanyak 25 peserta yang terdiri atas delapan mahasiswa asing dan 17 mahasiswa reguler Universitas Bangka Belitung (UBB) mengikuti kegiatan pengenalan budaya lokal di Gebong Memarong, Dusun Air Abik, Kecamatan Belinyu, Rabu 21 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Summer Course UBB 2026 yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung dalam mengenal bahasa dan kebudayaan Indonesia, khususnya tradisi masyarakat Bangka Belitung. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat kearifan lokal sekaligus mempelajari keterampilan tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan hari ketiga diawali dengan kunjungan dan siaran langsung di TVRI Bangka Belitung. Setelah itu, para peserta melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Gebong Memarong untuk mengikuti praktik budaya yang memberikan pengalaman langsung mengenai kerajinan tradisional khas Bangka.

Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik menganyam resam, menganyam mengkuang, serta membuat suvenir dari kulit. Berbagai aktivitas ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal bahan-bahan yang digunakan dalam kerajinan tradisional sekaligus memahami proses pembuatannya melalui praktik secara langsung.

Kegiatan praktik budaya tersebut dipandu oleh instruktur dari Gebong Memarong, Bang Rahman. Dengan sabar, ia membimbing para peserta dalam mempelajari teknik menganyam tradisional khas Bangka, baik mahasiswa asing maupun mahasiswa reguler UBB. Peserta mengikuti setiap tahapan yang diajarkan untuk memahami proses pembuatan kerajinan tersebut.

Ketua Pelaksana Summer Course UBB 2026, Dr. Diana Anggraeni, M.Hum., mengatakan bahwa kegiatan pengenalan budaya lokal ini merupakan implementasi dari slogan Summer Course tahun ini, yaitu Discovering Indonesia through Academic, Language, Culture, and Experiential Learning.

Menurutnya, Summer Course tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik di ruang kelas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk merasakan dan mengalami secara langsung beragam kebudayaan yang ada di Indonesia. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas melalui interaksi dengan budaya lokal.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar akademik di kelas, tapi benar-benar merasakan dan mengalami langsung budayanya. Melalui menganyam resam dan mengkuang, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan dan mengingatkan kecintaan mereka terhadap salah satu adat budaya yang ada di Bangka,” ujar Dr. Diana.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik menganyam dan pembuatan suvenir. Bagi sebagian besar mahasiswa asing, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama dalam mempelajari kerajinan tradisional tersebut secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam mencoba teknik yang diajarkan oleh instruktur. Melalui praktik ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kerajinan lokal, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengenal kebudayaan masyarakat Bangka Belitung.

Hasil anyaman dan suvenir berbahan kulit yang dibuat selama kegiatan nantinya dapat dibawa pulang oleh para peserta sebagai kenang-kenangan dari Bangka Belitung. Suvenir tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengalaman mereka dalam mengikuti Summer Course UBB 2026.

Melalui kegiatan budaya di Gebong Memarong, Summer Course UBB 2026 memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal kekayaan tradisi lokal melalui pengalaman langsung. Kegiatan ini sejalan dengan upaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta melalui perpaduan pembelajaran akademik, bahasa, budaya, dan pengalaman di lapangan. (Wind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *