Bagus Paras Etika Dorong Kreativitas Warga Binaan Lapas Banjarmasin melalui Pemanfaatan Limbah

Berita5 Dilihat

Banjarmasin, Jejakjurnalisonline.com –

Limbah plastik dapat dimanfaatkan menjadi barang yang berguna melalui kreativitas dan keterampilan. Hal ini diterapkan dalam program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin melalui pembuatan sofa bundar berbahan botol plastik bekas dan potongan plastik, Rabu (28/10).

Dalam proses pembuatannya, potongan plastik dan kantong plastik bekas dimasukkan ke dalam botol air mineral berukuran 1,5 liter. Plastik tersebut dipadatkan hingga setiap botol memiliki bobot sekitar 500 gram. Botol-botol yang telah terisi kemudian dimanfaatkan sebagai bahan penyusun sofa bundar.

Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Hafidz, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk membantu warga binaan mengolah bahan bekas menjadi produk yang bermanfaat.

“Kami mendampingi proses pembuatannya, terutama saat memasukkan dan memadatkan potongan plastik ke dalam botol. Setiap botol harus diisi dengan baik agar cukup padat sebelum digunakan sebagai bahan penyusun sofa. Melalui kegiatan ini, kami mengajak warga binaan lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas,” ujarnya.

Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengembangan keterampilan warga binaan melalui pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan.

“Pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada keterampilan yang sudah umum, tetapi juga mendorong kreativitas dalam mengolah bahan bekas menjadi produk yang memiliki fungsi. Kami berharap keterampilan seperti ini terus berkembang sehingga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat dan berpotensi memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.

“Kami mendukung kegiatan yang mendorong warga binaan untuk berpikir kreatif, produktif, dan peduli terhadap lingkungan. Melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi sofa, mereka belajar bahwa bahan yang dianggap tidak terpakai masih dapat diolah menjadi barang yang berguna. Harapannya, pengalaman dan keterampilan ini menjadi bekal positif bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” tutur Kalapas.

Melalui pembuatan sofa bundar dari botol plastik bekas, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang memadukan keterampilan praktis, kreativitas, dan pemanfaatan limbah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong warga binaan menghasilkan produk fungsional sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik. (Humas Lapas Banjarmasin)

banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . .

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed