Rayanto : Koperasi Dapat Menjadi Pilar Utama Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Barito Timur, DAERAH265 Dilihat

TAMIANG LAYANG, jejakjurnalistonline.com Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim), Rayanto, S.E., M.M., menghadiri Pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Sumber Rejeki Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Pertemuan Umum Mantawara, Senin (2/3/2026).

RAT tersebut dibuka secara langsung oleh M. Yamin selaku Bupati Barito Timur. Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa Bupati M. Yamin juga merupakan salah satu anggota koperasi yang telah bergabung selama kurang lebih 22 tahun.

Usai pembukaan kegiatan, Rayanto menyampaikan apresiasi atas konsistensi Koperasi CU Sumber Rejeki dalam menyelenggarakan RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada seluruh anggota.

Menurutnya, RAT bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan perumusan langkah strategis untuk memperkuat peran koperasi dalam mendorong kesejahteraan anggota.

“Koperasi memiliki peran penting dalam membangun ekonomi masyarakat, khususnya di daerah. Dengan manajemen yang baik dan transparan, koperasi dapat menjadi pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Dirinya berharap Koperasi CU Sumber Rejeki terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, memperluas jangkauan usaha, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar koperasi.

Sementara itu, Pengurus Koperasi CU Sumber Rejeki, Sukanto, Drs., SH., menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus berkolaborasi mendukung program pemerintah daerah melalui penguatan koperasi.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini perputaran aset koperasi mencapai kurang lebih Rp 367 miliar dengan jumlah anggota sebanyak 27.429 orang. CU Sumber Rejeki juga memiliki 15 kantor cabang yang tersebar di empat kabupaten di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, dengan kantor pusat berada di Ampah.

“Komitmen kami ke depan, kami akan bertransformasi menuju ekonomi hijau. Bagaimana caranya nanti kita menggerakkan masyarakat agar potensi lokal dapat dikembangkan secara maksimal melalui konsep ekonomi hijau ini,” ungkap Sukanto.

Ia menambahkan, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mendorong kemandirian petani melalui pemanfaatan bahan lokal untuk pembuatan pupuk.

“Ke depan harapan kami para petani tidak lagi membeli pupuk, tetapi kita akan membuat pupuk menggunakan bahan lokal,” pungkasnya. (Mnz/jj).

banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *