Banjarmasin,Jejakjurnalisonline.com –
Suara pantulan bola kecil dan gerakan cepat bet menjadi bagian dari aktivitas olahraga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Melalui permainan tenis meja, warga binaan memanfaatkan waktu untuk bergerak aktif, menjaga kebugaran, sekaligus membangun semangat sportivitas selama menjalani masa pembinaan, Rabu (28/10).
Di balik permainan yang terlihat sederhana, tenis meja melatih konsentrasi, ketangkasan, koordinasi gerak, dan kemampuan mengendalikan diri. Setiap reli mengajarkan pemain untuk membaca arah bola, menyusun strategi, serta menerima hasil permainan dengan lapang dada.
Aktivitas olahraga juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyegarkan pikiran di tengah rutinitas sehari-hari. Interaksi selama bermain menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan, saling menghargai, dan menjaga hubungan yang positif dengan sesama.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa olahraga merupakan salah satu kegiatan positif yang mendukung pembinaan warga binaan, terutama dalam menumbuhkan kebiasaan hidup sehat dan sikap sportif.
“Kami mendorong warga binaan untuk memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia dengan baik. Selain menjaga kebugaran, kegiatan seperti tenis meja juga mengajarkan kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan mengendalikan diri. Nilai-nilai ini penting untuk membangun karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan,” ujar Kalapas.
Bagi HY, salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, tenis meja menjadi cara menyenangkan untuk mengisi waktu sekaligus menjaga kondisi tubuh tetap bugar.
“Senang bisa main tenis meja. Badan jadi lebih aktif, pikiran juga lebih segar. Kalau main bersama teman-teman, kami belajar saling menghargai dan tetap sportif, mau menang atau kalah,” tutur HY.
Melalui kegiatan olahraga seperti tenis meja, Lapas Banjarmasin berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang mendorong warga binaan tetap aktif, sehat, dan produktif. Harapannya, kebiasaan berolahraga serta nilai sportivitas yang tumbuh selama berada di lapas dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)

.
.
.
.






















