Budidaya Ayam Petelur Jadi Sarana Pembinaan Kemandirian di Lapas Banjarmasin

Berita13 Dilihat

Banjarmasin, Jejakjurnalisonline.com –

Pengelolaan kandang dan perawatan ayam petelur di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mendapat apresiasi dari Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum, Dr. Iwan Santoso, S.H., M.Si., saat meninjau program pembinaan kemandirian, Rabu (28/10).

Kunjungan tersebut disambut Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, bersama jajaran. Dalam peninjauan, Iwan melihat langsung kondisi pemeliharaan ayam petelur serta hasil telur yang diproduksi dalam program budidaya warga binaan.

Ia mengapresiasi kondisi kandang yang tetap terjaga meskipun ditinjau dari jarak dekat. Selain minimnya bau kotoran yang menyengat, ukuran telur yang dihasilkan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.

“Perawatan ayam petelur di sini sangat luar biasa. Sampai di posisi sedekat ini tidak tercium bau kotoran ayam seperti yang biasanya ditemukan di kandang pada umumnya, dan telur yang dihasilkan pun cukup besar,” ungkap Iwan.

Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa budidaya ayam petelur menjadi salah satu kegiatan pembinaan yang mengajarkan warga binaan keterampilan pemeliharaan ternak sekaligus pengelolaan produksi.

Menurutnya, perawatan kandang, pemenuhan kebutuhan pakan, dan pemantauan kondisi ternak menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas serta keberlanjutan usaha.

Melalui program budidaya ayam petelur, Lapas Banjarmasin terus mendorong pengembangan keterampilan warga binaan di bidang peternakan agar dapat menjadi bekal kemandirian dan peluang usaha setelah kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)

banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . .

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed