Lapas Banjarmasin Dorong Program Ketahanan Pangan yang Terarah dan Berkelanjutan

Berita8 Dilihat

Jakarta, Jejakjurnalisonline.com –

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Ketahanan Pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di Jakarta, Selasa hingga Kamis (27–29/10). Lapas Banjarmasin diwakili oleh Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi dan masukan dari pelaksana program ketahanan pangan di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia sebagai bahan penyusunan pedoman yang dapat diterapkan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

FGD tersebut menghadirkan perwakilan Lapas dan Rutan dari berbagai wilayah yang memiliki potensi pengembangan ketahanan pangan dalam skala besar, serta narasumber dari kementerian terkait, termasuk perwakilan direktorat di lingkungan Kementerian Pertanian. Pembahasan meliputi pengembangan sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perikanan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa program ketahanan pangan di Lapas dan Rutan merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda swasembada pangan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pemanfaatan lahan yang belum produktif diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program ini juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan, Warga Binaan diharapkan memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman kerja sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.

Dalam diskusi, para peserta antusias menyampaikan berbagai masukan, khususnya mengenai kebutuhan regulasi terbaru, arah kebijakan, dan mekanisme pelaksanaan ketahanan pangan. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan pedoman yang aplikatif dan berkelanjutan.

Di sela kegiatan, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, melalui pesan singkat kepada Humas Lapas Banjarmasin menyampaikan bahwa FGD ini menjadi kesempatan penting bagi para pelaksana untuk berbagi pengalaman dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan dalam pengembangan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kegiatan ini merupakan suatu forum yang sangat dibutuhkan oleh para pelaksana kegiatan ketahanan pangan di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia sebagai wadah bertukar pikiran serta memecahkan masalah bersama. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat sehingga pedoman yang tercipta nanti dapat diterapkan dalam pelaksanaan ketahanan pangan di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia,” ujarnya.

Keikutsertaan Lapas Banjarmasin dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan program ketahanan pangan yang terarah dan berkelanjutan. Pedoman yang disusun diharapkan dapat menjadi acuan bagi UPT Pemasyarakatan dalam mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia, sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan. (Humas Lapas Banjarmasin)

banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . .

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed