Karang Intan, Jejakjurnalisonline.com –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memperlihatkan proses pembuatan bidak catur oleh warga binaan kepada Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum, Dr. Iwan Santoso, saat mengunjungi Workshop Kegiatan Kerja (Giatja), Kamis (29/10/2026). Iwan mengunjungi workshop tersebut untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pemenuhan hak warga binaan serta penyelenggaraan pelayanan publik. Dalam kesempatan itu, Iwan mengapresiasi ketelitian dan ketekunan warga binaan yang mampu menghasilkan bidak catur dengan bentuk rumit dan presisi.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, bersama petugas Seksi Kegiatan Kerja mendampingi Iwan menyaksikan proses pembuatan catur di Workshop Giatja. Iwan mengamati secara langsung keterampilan warga binaan saat mengerjakan setiap bagian bidak catur yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan tinggi. Ia juga mencermati hasil karya warga binaan yang menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan kerajinan dengan bentuk yang rapi dan detail.
Yugo menyampaikan bahwa Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian sesuai minat dan kemampuan. Menurutnya, pembuatan catur menjadi salah satu kegiatan produktif yang membantu warga binaan melatih kesabaran, ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Melalui kegiatan pembuatan catur ini, kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus melatih ketelitian dan ketekunan dalam berkarya. Setiap bidak yang mereka hasilkan membutuhkan kesabaran, konsentrasi, dan kesungguhan agar memiliki bentuk yang rapi serta presisi. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Yugo.
Yugo menambahkan bahwa apresiasi Staf Ahli Menteri terhadap karya catur warga binaan menjadi motivasi bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan yang produktif. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu warga binaan mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, dan membiasakan diri menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.
Dalam peninjauan tersebut, Iwan memberikan perhatian khusus terhadap bentuk bidak catur yang memiliki tingkat kerumitan tinggi. Ia mengapresiasi kemampuan warga binaan dalam mengerjakan setiap bagian secara teliti hingga menghasilkan karya yang rapi dan presisi. Iwan bahkan mengungkapkan bahwa kegiatan pembuatan catur tersebut merupakan pengalaman pertama yang ia temui selama mengunjungi berbagai Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).
“Selama mengunjungi berbagai Lapas dan Rutan, baru kali ini saya melihat kegiatan pembuatan catur dengan bentuk yang cukup rumit, tetapi warga binaan mampu mengerjakannya dengan teliti dan presisi. Keterampilan seperti ini menunjukkan ketekunan, kesabaran, dan kemampuan yang patut mendapat apresiasi. Saya berharap Lapas terus mengembangkan kegiatan positif ini agar warga binaan dapat meningkatkan keterampilan, menghasilkan karya yang bermanfaat, dan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ungkap Iwan.
Sementara itu, warga binaan berinisial MH mengungkapkan bahwa kegiatan pembuatan catur memberikan pengalaman berharga dalam melatih ketelitian, kesabaran, dan ketekunan. Ia merasa senang karena hasil karyanya memperoleh perhatian dan apresiasi dari Staf Ahli Menteri Imipas.
“Membuat catur membutuhkan ketelitian dan kesabaran karena setiap bagian harus kami kerjakan dengan cermat agar hasilnya rapi. Melalui kegiatan ini, saya belajar untuk lebih tekun, fokus, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan. Saya senang bisa menghasilkan karya yang mendapat apresiasi dan berharap keterampilan ini dapat bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ungkap MH.
Melalui proses pembuatan catur, warga binaan mempelajari teknik pengerjaan kerajinan sekaligus melatih konsentrasi, ketepatan, dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Kegiatan ini membantu mereka membentuk kebiasaan kerja yang disiplin dan bertanggung jawab sebagai bekal menjalani kehidupan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memanfaatkan Workshop Giatja sebagai sarana pembinaan kemandirian. Petugas Seksi Kegiatan Kerja mendampingi warga binaan dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan agar mereka memiliki kemampuan yang dapat mendukung peluang kerja maupun usaha mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Melalui pembinaan kemandirian ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi warga binaan. Apresiasi terhadap karya catur menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus membantu warga binaan mempersiapkan diri agar mampu berkarya dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (nta).

.
.
.
.



















