BARITO TIMUR, jejakjurnalistonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp869.218.808.466,07.
Angka tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang I Tahun Sidang 2026 DPRD Kabupaten Barito Timur, Jumat (11/9/2026), dengan agenda penyampaian penjelasan Kepala Daerah terhadap pengajuan Raperda APBD Kabupaten Barito Timur Tahun Anggaran 2027.
Dalam rapat tersebut, pidato pengantar Bupati Barito Timur M. Yamin dibacakan oleh Sekretaris Daerah Barito Timur Misnohartaku.
RAPBD 2027 disusun berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 yang telah disepakati pemerintah daerah bersama DPRD.
Pendapatan Rp848 Miliar, APBD Mengalami Defisit
Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah Barito Timur ditargetkan mencapai Rp848.018.349.723.
Pendapatan itu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.
Sementara belanja daerah direncanakan sebesar Rp869.218.808.466,07.
Dengan demikian, terdapat selisih antara pendapatan dan belanja yang menyebabkan RAPBD 2027 mengalami defisit Rp21.200.458.743,08.
Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto dengan nilai yang sama.
Belanja Wajib Jadi Tantangan
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027 adalah keterbatasan ruang fiskal untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur pelayanan publik.
Pemerintah daerah menyampaikan bahwa alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik masih belum memenuhi target mandatory spending sebesar 40 persen dari total belanja daerah.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi masih tingginya belanja wajib dan mengikat. Bahkan, belanja pegawai masih berada di atas 30 persen dari APBD, ditambah kewajiban penganggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, pemerintah daerah menyatakan perlu melakukan efisiensi anggaran sekaligus menetapkan skala prioritas pembangunan secara bertahap.
Fokusnya diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan masyarakat.
Pendidikan Minimal 20 Persen
Di tengah keterbatasan ruang fiskal tersebut, sektor pendidikan tetap mendapatkan perhatian.
Dalam RAPBD 2027, alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan telah memenuhi ketentuan minimal 20 persen dari total belanja daerah.
Sementara sektor kesehatan juga mendapatkan alokasi melalui Dinas Kesehatan dan RSUD untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Fokus Cetak SDM Unggul
Pemerintah Kabupaten Barito Timur menetapkan tema pembangunan 2027 yakni “Peningkatan pembangunan dan pemerataan sumber daya manusia yang unggul, gigih, berdaya saing, dan berkarakter”.
Tema tersebut menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah.
Empat prioritas utama yang diarahkan untuk mendukung tema tersebut meliputi:
1. Penguatan bidang pendidikan.
2. Peningkatan pelayanan kesehatan.
3. Penguatan daya saing dan kegigihan ekonomi.
4. Pemerataan akses layanan publik.
Pemerintah daerah berharap kebijakan anggaran tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Bupati Bartim : Setiap Rupiah Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran
Dalam pidato pengantarnya, Bupati M. Yamin menegaskan bahwa penyusunan APBD merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan secara terencana, transparan dan akuntabel.
“Setiap rupiah uang rakyat digunakan secara benar, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” demikian penegasan dalam pidato pengantar tersebut.
Bupati juga berharap proses pembahasan RAPBD 2027 antara eksekutif dan legislatif dapat berjalan lancar serta diselesaikan sesuai jadwal.
Dukungan, saran dan pemikiran konstruktif DPRD dinilai penting agar program pembangunan yang dianggarkan tetap selaras dengan prioritas nasional, Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Timur, 20 program Bupati dan Wakil Bupati, serta kebutuhan masyarakat.
DPRD Mulai Bahas RAPBD 2027
Rapat Paripurna III dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur Nursulistio dan dihadiri anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga ahli, staf fraksi serta undangan lainnya.
Penyampaian pidato pengantar RAPBD 2027 tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembahasan lebih lanjut antara pemerintah daerah dan DPRD.
RAPBD selanjutnya akan dibahas secara bersama-sama untuk memastikan program, kegiatan dan alokasi anggaran benar-benar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah serta kebutuhan pembangunan masyarakat Barito Timur.
Jika seluruh tahapan pembahasan berjalan sesuai ketentuan, rancangan tersebut nantinya akan ditetapkan menjadi APBD Kabupaten Barito Timur Tahun Anggaran 2027. (Red/jj).

.
.
.
.



















