Kalapas Akhmad Herriansyah Dorong Penguatan Karakter melalui Pembinaan Keagamaan

Berita1 Dilihat

Banjarmasin, Jejakjurnalisonline.com –

Warga binaan Muslim Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti kegiatan Majelis Taklim di Masjid Baabut Taqwa, Kamis (29/10). Kegiatan ini menghadirkan Ustaz H. Rahmana dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin yang menyampaikan ceramah tentang keberkahan hidup dan cara meraihnya melalui ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam ceramahnya, Ustaz H. Rahmana menjelaskan bahwa keberkahan tidak selalu diukur dari banyaknya harta atau panjangnya waktu, tetapi dari manfaat yang dihasilkan. Rezeki yang sedikit dapat terasa cukup untuk memenuhi kebutuhan, sedangkan waktu yang singkat dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan untuk hal-hal yang baik.

Ia juga menjelaskan bahwa hidup yang berkah ditandai dengan kemudahan dalam melakukan amal saleh, beribadah, serta berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Selain itu, keberkahan mendorong seseorang untuk senantiasa bersabar menghadapi ujian, bersyukur atas nikmat yang dimiliki, dan menjauhi perbuatan yang dilarang agama, termasuk riba dan kecurangan.

Menurutnya, keberkahan hidup dapat diupayakan melalui sikap istikamah dalam melakukan kebaikan, menikmati ibadah dengan penuh kekhusyukan, serta menjaga diri agar tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT. Dengan membiasakan perilaku tersebut, setiap orang diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan menjadikan setiap kesempatan sebagai sarana memperbaiki diri.

Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa kegiatan Majelis Taklim menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga terdorong untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap sabar, bersyukur, istikamah dalam kebaikan, serta menjauhi hal-hal yang dilarang agama merupakan bekal penting untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.

Secara terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperkuat kesadaran warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Kami terus mendorong pembinaan keagamaan agar menjadi bagian dari proses perubahan diri warga binaan. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan seperti Majelis Taklim dapat diterapkan secara konsisten, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kalapas.

Salah seorang warga binaan berinisial RD mengaku mendapatkan pengingat untuk lebih menghargai nikmat yang dimiliki dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

“Dari ceramah tadi, saya belajar kalau hidup berkah bukan cuma soal punya banyak uang. Kita juga harus bersyukur, sabar, dan berusaha terus melakukan hal yang baik. Saya ingin belajar lebih istiqamah dan memperbaiki diri,” ungkap RD.

Melalui kegiatan Majelis Taklim ini, Lapas Banjarmasin terus memfasilitasi pembinaan kepribadian berbasis keagamaan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran spiritual, membangun karakter positif, dan membekali warga binaan dengan nilai-nilai kebaikan untuk kehidupan yang lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)

banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . .

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed