Lestarikan Seni Rebana dan Hadrah, Ibu-Ibu Air Itam Pangkalpinang Tampil Memukau di Taman Wilhelmina

Berita31 Dilihat

Pangkalpinang, Jejakjurnalisonline.com –

Grup Robana Muslimah dan Hadrah Bintang Humairah asal Air Itam, Kota Pangkalpinang, turut memeriahkan Festival Kesenian Tradisional Pangkalpinang, Lomba Menulis Biografi Wali Kota Periode Tahun 1956- 1978, dan Bazar UMKM yang berlangsung di Taman Wilhelmina, Kota Pangkalpinang, pada 17-19 Oktober 2026.

Kehadiran grup yang beranggotakan ibu-ibu pengajian dari Air Itam tersebut menambah semarak rangkaian kegiatan melalui penampilan musik rebana yang sarat nilai kebersamaan dan budaya Islami. Penampilan mereka sekaligus menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pelestarian kesenian tradisional di Kota Pangkalpinang.

Robana Muslimahdan  Hadrah Bintang Humairah diketuai oleh Ibu Halimah. Grup rebana yang beranggotakan 12 dan 14 orang ini telah beberapa kali mengisi berbagai kegiatan dan acara di Pangkalpinang. Namun, festival kali ini menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka karena merupakan penampilan perdana sebagai grup hadrah dalam kegiatan tersebut.

Meski baru pertama kali tampil sebagai grup hadrah di festival itu, para anggota mampu menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan di hadapan masyarakat yang hadir. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap seni dan budaya dapat tumbuh melalui kegiatan positif yang dilakukan bersama.

Salah satu anggota Robana Muslimah Hadrah Bintang Humairah, Sanjira, mengungkapkan bahwa penampilan mereka dalam festival tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ia menyebutkan, kekompakan anggota menjadi salah satu hal yang paling berkesan, meskipun mereka tampil tanpa persiapan latihan khusus untuk kesempatan tersebut.

“Grup ini kompak meskipun baru pertama kali tampil pada acara semalam. Kami tampil untuk menghibur masyarakat Pangkalpinang. Kekompakan anggota tetap terjaga meskipun tanpa Latihan yang lama,” ujar Sanjira saat diwawancarai setelah kegiatan.

Ia juga menjelaskan bahwa grup rebana dan hadrah memiliki perbedaan dalam bentuk penampilan maupun jumlah anggota. Selain Robana Muslimah, kelompok hadrah yang terdiri atas ibu-ibu Air Itam juga menjadi wadah bagi para anggotanya untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni Islami.

Menurutnya, keterlibatan ibu-ibu dalam kegiatan kesenian seperti ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk tampil di ruang publik, tetapi juga mempererat hubungan sosial, membangun rasa percaya diri, dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat.

Keikutsertaan Robana Muslimah dan Hadrah Bintang Humairah dalam festival tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus menjaga keberadaan kesenian tradisional, termasuk rebana dan hadrah, agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Selain berfungsi sebagai hiburan, kegiatan seni juga dapat menjadi sarana bagi ibu-ibu untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas yang positif dan produktif. Melalui latihan, pertemuan, serta penampilan bersama, para anggota dapat memperkuat silaturahmi, mengembangkan keterampilan, dan menjaga semangat kebersamaan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pelestarian kesenian tradisional membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Dengan terus memberikan ruang bagi kelompok-kelompok seni lokal untuk tampil dalam berbagai kegiatan, kesenian rebana dan hadrah diharapkan tetap berkembang sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Pangkalpinang. (Wind)

banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . .

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed