Banjarmasin, Jejakjurnalisonline.com –
Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mulai mengerjakan pembangunan coffee shop sebagai salah satu program kemandirian baru bagi warga binaan. Proses pembangunan melibatkan sejumlah warga binaan dan diawasi oleh Petugas Seksi Giatja, Riyan Ramadhan, Kamis (29/10).
Pembangunan coffee shop ini menjadi langkah pengembangan program kemandirian di Lapas Banjarmasin. Selain menambah variasi kegiatan kerja, program tersebut diharapkan menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Dalam proses pengerjaannya, warga binaan terlibat langsung dengan pengawasan petugas untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai arahan. Keterlibatan ini juga menjadi kesempatan untuk melatih keterampilan teknis, kerja sama, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pembangunan coffee shop merupakan upaya memperluas pilihan kegiatan kemandirian bagi warga binaan.
“Pembangunan coffee shop ini menjadi salah satu pengembangan program kemandirian di Lapas Banjarmasin. Kami ingin warga binaan memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Harapannya, program ini nantinya tidak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kemandirian dan kesiapan mereka setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Secara terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pengembangan program kemandirian harus memberikan manfaat nyata bagi proses pembinaan warga binaan.
“Kami terus mendorong hadirnya program-program kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan potensi diri. Pembangunan coffee shop ini diharapkan menjadi salah satu sarana pembinaan produktif sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengalaman yang berguna untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujar Kalapas.
Melalui pembangunan coffee shop, Lapas Banjarmasin terus berupaya mengembangkan program kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat membuka ruang belajar dan pengalaman kerja bagi warga binaan sekaligus mendukung kesiapan mereka untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)

.
.
.
.




























