BARITO TIMUR, jejakjurnalistonline.com — Festival Nariuk 6 yang digelar di Desa Pulau Patai, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, bukan sekadar kegiatan budaya masyarakat Dayak. Festival ini dinilai mampu menjadi momentum pelestarian lingkungan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono, SE., ME, saat menghadiri Festival Nariuk 6 di Desa Pulau Patai, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, tradisi nariuk atau menangkap ikan menggunakan alat tradisional berupa tombak ikan merupakan warisan leluhur suku Dayak yang memiliki nilai budaya dan pesan penting dalam menjaga kelestarian sungai.
“Cara menangkap ikan dengan alat tradisional tariuk ini merupakan salah satu yang diajarkan oleh para leluhur kita suku Dayak. Cara ini juga mengajarkan bagaimana menjaga kearifan lokal, melestarikannya, memelihara sungai, serta menjaga ikan sebagai sumber kehidupan masyarakat sekitar,” ujar Purdiono.
Ia menilai, Festival Nariuk memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan menjadi agenda budaya yang mampu menarik masyarakat dan wisatawan. Karena itu, dirinya mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Barito Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya melalui dinas terkait.
Selain aspek budaya dan lingkungan, Purdiono juga menyoroti dampak positif festival terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, kehadiran pengunjung memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.
“Dengan adanya festival semacam ini tentunya ada feedback dan perputaran ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Seperti yang kita lihat sekarang ini, warung-warung UMKM tampak dipenuhi para pengunjung,” ungkapnya.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran akibat dinamika geopolitik, Purdiono menegaskan pembangunan daerah tetap harus berjalan. Ia mendorong pemerintah agar pembangunan dari tingkat desa tetap menjadi salah satu prioritas utama.
“Kita terus mendorong agar pemerintah tetap membangun dari tingkat pedesaan sebagai pembangunan prioritas,” pungkasnya.(Red/jj).


.
.
.
.
.
.






































