BARITO TIMUR, jejakjurnalistonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul masih munculnya titik panas di sejumlah wilayah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Kamis (01/10/2026).
Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari perkembangan karhutla, evaluasi perpanjangan status tanggap darurat, distribusi air bersih, dampak kesehatan masyarakat, hingga dukungan anggaran penanganan bencana.
Dalam rapat, BPBD Damkar Barito Timur melaporkan sebanyak 704 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 671,5 hektare secara kumulatif.
Meski tren kejadian karhutla mulai menunjukkan penurunan, sejumlah titik panas masih mengalami peningkatan. Bahkan, beberapa lokasi dilaporkan sulit dijangkau petugas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena cuaca diperkirakan masih kering hingga Oktober. Karena itu, seluruh unsur diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran susulan.
Misnohartaku menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla. Ia juga meminta agar data kejadian diperbarui setiap hari sehingga perkembangan kondisi di lapangan dapat dipantau secara akurat.
Selain itu, kebutuhan operasional petugas di lapangan harus dipastikan terpenuhi, termasuk BBM, peralatan pemadaman, serta dukungan personel dari perangkat daerah.
“Posko Kabupaten tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan karhutla,” demikian penekanan dalam rapat tersebut.
Dampak kondisi karhutla terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dinas Kesehatan Barito Timur melaporkan sebanyak 2.336 kasus gangguan kesehatan terkait kondisi yang terjadi, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Selain itu, tercatat 173 kasus diare selama periode 18 Agustus hingga 30 September 2026.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan kualitas udara, menyiapkan obat-obatan dan masker, serta memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Sementara untuk kebutuhan air bersih, distribusi yang telah disalurkan tercatat mencapai 4.460 liter.
Rapat koordinasi juga mengevaluasi kemungkinan perpanjangan status tanggap darurat, penyaluran bantuan air bersih, dukungan operasional bagi relawan, hingga pertanggungjawaban penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Pemerintah Kabupaten Barito Timur menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi kondisi karhutla yang masih berpotensi terjadi.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, kewaspadaan masyarakat dan seluruh unsur penanganan bencana diminta tidak menurun.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla, melindungi masyarakat dari dampak kebakaran dan asap, sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah Barito Timur.(Red/jj).

.
.
.
.







































