Salat Duha Jadi Ikhtiar Warga Binaan Lapas Banjarmasin Bangun Kebiasaan Ibadah

Berita9 Dilihat

Banjarmasin, Jejakjurnalisonline.com –

Salat Duha menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin untuk memperkuat keimanan dan membangun kebiasaan beribadah secara konsisten. Ibadah sunah yang dilaksanakan pada pagi hari ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan, Kamis (29/10).

Salat Duha memiliki keutamaan sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim nomor 720. Rasulullah SAW menerangkan bahwa setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah pada pagi hari, yang dapat dicukupkan dengan dua rakaat Salat Duha. Hadis ini mengajarkan bahwa ibadah memiliki nilai kebaikan yang besar dan menjadi salah satu wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Bagi warga binaan, pembiasaan Salat Duha merupakan bagian dari upaya membangun kedisiplinan dalam beribadah serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Konsistensi menjalankan ibadah diharapkan turut membentuk sikap sabar, jujur, bertanggung jawab, dan bersungguh-sungguh dalam memperbaiki perilaku.

Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga pada pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembinaan diharapkan dapat mendorong perubahan sikap yang lebih baik, baik selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Salman Farsi, menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah menjadi salah satu sarana untuk mendukung perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.

“Melalui pembiasaan Salat Duha, kami berharap warga binaan semakin konsisten dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai-nilai yang dipelajari melalui ibadah hendaknya juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti lebih sabar, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Secara terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Kami ingin pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga memperkuat kepribadian dan kesadaran warga binaan untuk menjadi lebih baik. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, kami berharap tumbuh kemauan dari dalam diri mereka untuk memperbaiki perilaku, mengamalkan nilai-nilai kebaikan, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kalapas.

Perubahan diri tumbuh melalui kesungguhan dan kebiasaan baik yang dijalankan secara konsisten. Melalui pembinaan Salat Duha dan kegiatan keagamaan lainnya, Lapas Banjarmasin terus mendorong warga binaan untuk memperkuat keimanan, membangun karakter positif, dan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. (Humas Lapas Banjarmasin)

banner 470x250 . banner 470x250 . banner 470x250 . .

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed